LampuHijau.co.id - Kemarau berkepanjangan yang melanda Kota Tangerang mulai berdampak pada krisis air bersih warga. Fenomena ini dirasakan masyarakat di Kelurahan Kunciran Jaya dan Cipete, Kecamatan Pinang, yang sumurnya mulai mengering.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua PMI Kecamatan Pinang, Mumu yang akrab disapa Jaro Mumun bersama jajarannya turun langsung mendistribusikan air bersih ke lima titik terdampak di Kelurahan Kunciran Jaya, yakni lingkungan RT 02/02, RT 05/03, RT 03/02, RT 03/04, dan RT 04/03.
"Tugas kemanusiaan itu bukan cuma hadir saat bencana besar. Ketika warga kesulitan air bersih seperti sekarang, di situlah relawan PMI harus hadir membawa solusi. Kami ingin membuktikan bahwa warga tidak berjuang sendirian," ujar Mumu di sela-sela penyaluran bantuan air bersih.
Aksi sosial Jaro Mumu yang juga menjabat sebagai Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pinang turut memantik simpati dan kepedulian berbagai pihak. Pengurus RT/RW, tokoh agama, hingga ibu rumah tangga dan relawan lokal bahu-membahu membantu proses distribusi.
Baca juga : Aslinmas Kota Tangerang Mulai Rancang Program Kerja
Sinergi tersebut kian meluas dengan keterlibatan jajaran Camat, Lurah, yayasan sosial, serta aktivis dari Sabda Alam Indonesia Hijau (SAIH). Kolaborasi ini makin solid lewat dukungan pasokan air bersih secara berkala dari instansi teknis, seperti BPBD Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Tirta Benteng, hingga PMI Kota Tangerang.
Menurut Mumu, besarnya kepedulian lintas elemen ini menunjukkan bahwa nilai kepedulian sosial dan solidaritas warga Kota Tangerang masih sangat tinggi.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Imbau Warganya Kenakan Masker
"Setiap liter air yang disalurkan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian warga, melainkan simbol bahwa nyala gotong royong dan solidaritas sosial di Kota Tangerang masih sangat kuat," pungkasnya. (WAH)