LampuHijau.co.id - Kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat belum usai. Namun hujan diprediksi segera akan datang, menandai dimulainya musim tanam penghujan.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, saat ini telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026.
Meski belum seluruh kawasan diguyur hujan, wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki musim penghujan pada pekan ketiga Oktober 2026, yang bergerak dari area selatan menuju wilayah tengah hingga utara.
Menyikapi masa transisi ini, PT Pupuk Kujang Cikampek terus memastikan operasional produksi dan ketersediaan stok pupuk tetap berjalan dalam kapasitas optimal.
Meskipun banyak petani yang terpaksa menunda masa tanam akibat kemarau panjang, Pupuk Kujang tidak mengendorkan laju produksinya.
Baca juga : Begal Motor di Tanah Gocap, 1 Pelaku Dibekuk Nggak Jauh dari TKP di Karawaci
Pabrik terus berproduksi secara konsisten guna menjaga daya tampung gudang tetap siaga dan melimpah.
"Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional," kata VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, Senin, 19 Oktober 2026.
Prediksi dimulainya musim hujan di berbagai wilayah Jabar tersebut bisa jadi momentum bagi petani untuk memulai masa tanam agar meningkatkan stok pangan nasional.
"Jadi para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku," Idho menambahkan.
Untuk mendukung misi tersebut, saat ini Pupuk Kujang terus menjaga kestabilan stok pupuk bersubsidi maupun pupuk non subsidi.
Baca juga : Polsek Kawasan Sunda Kelapa Tangkap Buruh Yang Edarkan Sabu di Muara Baru
Adapun di Jawa Barat, stok pupuk bersubsidi cenderung stabil untuk persiapan musim tanam penghujan diperkirakan terjadi sebentar lagi.
Berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat, tercatat mencapai 98.011,8 Ton, terdiri dari Urea sebanyak 69.212,7 Ton, dan NPK sebanyak 28.799 Ton.
Adapun di Subang, stok pupuk urea bersubsidi mencapai 5.933,3 Ton. Terdiri dari Urea sebanyak 3.284,2 Ton dan NPK sebanyak 2.649,1 Ton.
Idho mengatakan, masa kemarau panjang yang diwarnai tantangan fenomena El Nino memang menjadi ujian berat bagi para petani. Namun, momentum ini dimanfaatkan Pupuk Kujang untuk menguji ketahanan jaringan logistik serta memastikan keandalan rantai pasok tetap dalam kondisi prima.
"Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian," kata Idho.
Baca juga : Kececer di Jalan, Polisi Amankan 49 Ribu Pil Tramadol di Poris Paradise
Idho menyatakan, Pupuk Kujang terus berupaya agar para petani di Kabupaten Subang dapat tenang dalam mempersiapkan lahan.
Ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang telah disiapkan jauh di atas kebutuhan dua minggu ke depan, sehingga pasokan untukmendukung aktivitas pertanian tetap aman dan mencukupi.
Dengan stok yang terjaga dan penyaluran yang berjalan lancar, diharapkan kebutuhan pupuk bagi petani di Subang akan terpenuhi secara tepat waktu dan merata untuk musim tanam Oktober-Maret (Okmar).
Hal ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen tanpa terkendala masalah ketersediaan pupuk di musim tanam penghujan. (MGN)