LampuHijau.co.id - Krisis air bersih akibat kemarau panjang melanda sekitar 80 kepala keluarga (KK) di Jalan H.R. Rasuna Said, Gang Katuk, RT 03/RW 04, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Warga dilaporkan telah menderita kesulitan air bersih selama hampir 50 hari tanpa penanganan infrastruktur jangka panjang yang memadai.
Ketua RT 03, Aswan, mengungkapkan bahwa sumber air warga praktis mati. Sejumlah kecil air yang tersisa hanya keluar pada malam hari dengan debit yang sangat kecil.
"Sudah hampir 50 hari kekeringan. Ada juga beberapa yang keluar tapi numpang doang. Airnya malam keluarnya, itu pun kecil banget," ujar Aswan, Minggu (25/10).
Di tengah krisis yang mendekati dua bulan tersebut, bantuan yang diterima warga masih bersifat darurat.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pinang menyalurkan 45 galon air bersih yang dihimpun dari para donatur untuk kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Ketua PMI Kecamatan Pinang, Mumu Rohimu, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Bantuan tersebut difokuskan untuk menjaga kesehatan warga dari risiko dehidrasi di tengah cuaca panas.
"Begitu mendapat laporan bahwa saudara-saudara kita di Gang Katuk mengalami krisis air bersih akibat kekeringan, jajaran PMI Kecamatan Pinang langsung bergerak ke lokasi. Bantuan 45 galon air bersih ini berasal dari para donatur yang peduli," kata Mumu.
Meski demikian, distribusi 45 galon air untuk 80 KK selama periode kekeringan hampir 50 hari dinilai jauh dari kata cukup untuk menutupi kebutuhan harian warga secara keseluruhan, baik untuk mandi, cuci, maupun konsumsi jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya intervensi pasokan air uskala besar atau pengiriman truk tangki secara berkala dari instansi teknis Pemerintah Kota Tangerang, guna menjamin ketersediaan air dasar bagi warga di wilayah tersebut. (WAH)
Baca juga : IDI Subang Beri Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana Banjir di Desa Mayang