LampuHijau.co.id - PT Korea Midland Power (KOMIPO) bersama PT Cirebon Power Services (CPS) dan Ditpolairud Polda Jabar bantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat pesisir Cirebon melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat pesisir, khususnya ketersediaan air bersih direalisasikan dalam bentuk pembangunan sarana pengeboran air bersih di tiga titik wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional Cirebon Power, terutama warga pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air tawar untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain sarana pengeboran air bersih, bantuan CSR juga mencakup pengadaan pompa air sumur untuk empat desa. Sementara di bidang pendidikan, perusahaan turut memberikan donasi tempat sampah botol plastik kepada tiga sekolah dasar guna mendukung kebersihan lingkungan dan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.
President Director PT Cirebon Power Services, Moon Sang Woo, mengatakan, program CSR tersebut merupakan bagian dari komitmen KOMIPO dan CPS untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat hadir mewakili KOMIPO dan CPS. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak," ujarnya.
Ia menjelaskan, KOMIPO merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang menjadi salah satu bagian dalam pengelolaan PLTU Cirebon Power Unit 1. Adapun CPS memiliki tanggung jawab dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan pembangkit listrik tersebut.
Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan operasional pembangkit, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Tanggung jawab perusahaan bukan hanya menjalankan operasional pembangkit, melainkan juga turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan," katanya.
Moon juga mengapresiasi peran Ditpolairud Polda Jabar yang telah menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak perusahaan. Melalui koordinasi tersebut, kebutuhan warga dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan melalui program CSR.
Sementara itu, Dirpolairud Polda Jabar Kombes Pol Raden Djarot Agung Riadi melalui Plt Kasubdit Fasharkan Ditpolairud Polda Jabar, Kompol Sakur, menjelaskan, bantuan sarana air bersih tersebut berawal dari keluhan masyarakat pesisir, khususnya kalangan nelayan yang mengalami kesulitan mendapatkan air tawar.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah pesisir membuat proses pengeboran air membutuhkan kedalaman yang cukup tinggi. Bahkan, pengeboran harus mencapai lebih dari 100 meter agar dapat memperoleh sumber air tawar.
Baca juga : KAI Tawarkan Diskon Tiket Kereta Api 20 Persen di Turnamen Rail Futsal Cirebon
"Keluhan masyarakat selama ini adalah sulitnya mendapatkan air tawar. Jika pengeboran kurang dari 100 meter, air yang keluar biasanya masih payau atau asin," jelasnya.
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut diketahui anggota Polmas saat melaksanakan kegiatan sambang pada 19 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, anggota kepolisian menyerap berbagai aspirasi masyarakat nelayan, termasuk keterbatasan akses terhadap air bersih.
Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak perusahaan agar dapat direalisasikan melalui program CSR.
"Dari aspirasi masyarakat, kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar dapat membantu melalui program CSR berupa mesin pengeboran dan perlengkapan yang dibutuhkan warga," ungkap Kompol Sakur.
Adapun bantuan pengeboran air bersih direalisasikan di tiga titik wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura dengan kedalaman rata-rata mencapai 120 meter.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di lingkungan RT dan RW penerima manfaat.
Baca juga : Atasi Kekeringan, Kapolres Tangsel Salurkan Air Bersih di Kampung Kranggan
Di sisi lain, Kuwu Desa Waruduwur, Yadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KOMIPO, PT CEP, PT CPS, jajaran Polairud, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga.
Ia mengatakan, kepedulian KOMIPO terhadap masyarakat Desa Waruduwur telah berlangsung sejak 2019 dan mulai aktif direalisasikan pada Januari 2020. Perhatian perusahaan tersebut bahkan tetap berjalan ketika pandemi Covid-19 melanda hingga saat ini.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan kepada masyarakat Waruduwur. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Yadi berharap sinergi antara perusahaan, kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, berbagai kebutuhan warga pesisir, terutama ketersediaan air bersih dan peningkatan kesejahteraan, dapat ditangani secara berkelanjutan.
Ia juga berharap program kepedulian perusahaan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Waruduwur dan wilayah pesisir Kabupaten Cirebon lainnya.
"Terima kasih kepada KOMIPO, Polairud, CEP, CPS, serta seluruh pihak yang telah membantu masyarakat kami. Mudah-mudahan kepedulian dan kerja sama ini terus berlanjut," pungkasnya. ***