LampuHijau.co.id - Lebih dari satu abad menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia, Stasiun Cirebon Prujakan di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus menjalankan peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas transportasi KA di Pulau Jawa.
Tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, stasiun ini juga menyimpan nilai sejarah yang menjadi bagian dari perkembangan perkeretaapian di wilayah Cirebon.
Stasiun Cirebon Prujakan yang dahulunya bernama Stasiun Cheribon SCS resmi beroperasi pada 1 Mei 1897, pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Stasiun yang dirintis pembangunannya oleh perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stroomtram Maaatschappij (SCS) pada tahun 1895, awalnya melayani perjalanan kereta api dari Kota Semarang – ke Kota Cirebon atau sebaliknya untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil bumi.
Pada tahun 1914 Stasiun Cheribon SCS kini Stasiun Cirebon Prujakan terhubung dengan Stasiun Cheribon SS (Staatsspoorwegen) sekarang disebut Stasiun Cirebon. Hingga kini, stasiun tersebut tetap menjadi salah satu simpul penting dalam layanan perjalanan kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon. Dalam operasionalnya, Stasiun Cirebon Prujakan melayani perjalanan kereta api antarkota dengan berbagai tujuan, mulai dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya. Selain melayani pelanggan kereta api, stasiun ini juga mendukung aktivitas angkutan barang dan pengusahaan aset perusahaan.
Baca juga : KAI Daop 3 Cirebon Kenalkan Dunia Perkeretaapian kepada Pelajar
KAI Daop 3 Cirebon mencatat, sepanjang 2024 Stasiun Cirebon Prujakan telah melayani sebanyak 793.000 pelanggan, terdiri atas 403.210 pelanggan berangkat dan 389.790 pelanggan datang. Pada 2025, jumlah pelanggan yang dilayani mencapai 675.796 orang, dengan rincian 340.183 pelanggan berangkat dan 335.613 pelanggan datang. Sementara itu, selama periode Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 570.997 pelanggan telah menggunakan layanan di stasiun tersebut, terdiri atas 285.368 pelanggan berangkat dan 285.629 pelanggan datang.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa Stasiun Cirebon Prujakan memiliki nilai historis yang tidak terpisahkan dari perkembangan transportasi kereta api di wilayah Cirebon. Eksistensinya selama lebih dari satu abad menjadi gambaran keberlanjutan peran kereta api dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dari masa ke masa.
“Stasiun Cirebon Prujakan bukan hanya menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Cirebon, tetapi juga terus berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini. Kami melihat nilai sejarah dan fungsi operasional stasiun ini sebagai dua hal yang saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhib.
Dari sisi operasional, Stasiun Cirebon Prujakan memiliki posisi strategis karena berada pada jalur pertemuan lintasan kereta api dari arah selatan dan utara Pulau Jawa yang terhubung dengan berbagai daerah.
Baca juga : KAI Mini Fair Daop 3 Cirebon Jadi Ruang Interaksi Pelanggan dengan Ekspresi Seni
Stasiun ini juga melayani beragam segmen pelanggan, mulai dari pekerja harian hingga pelajar, mahasiswa, pekerja antarkota, serta wisatawan yang memanfaatkan kereta api untuk menunjang aktivitas dan perjalanan mereka. Untuk mendukung kenyamanan dan kemudahan pelanggan, Stasiun Cirebon Prujakan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan, di antaranya loket pembelian tiket, ruang tunggu, charging station, face recognition boarding, water station, mushola, pos kesehatan, ruang menyusui, guiding block bagi penyandang disabilitas netra, dan toilet khusus difabel, kursi roda, serta area parkir khusus penyandang disabilitas.
Penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya KAI dalam menghadirkan layanan yang inklusif dan mengakomodasi kebutuhan berbagai kalangan pelanggan.
Selain memiliki peran operasional, Stasiun Cirebon Prujakan juga turut mendukung pengoptimalan aset perusahaan melalui penyewaan space untuk tenant bagi pengusaha guna menjalankan kegiatan usaha di lingkungan stasiun.
Muhib menambahkan, keberadaan Stasiun Cirebon Prujakan menjadi pengingat bahwa perkembangan transportasi tidak terlepas dari perjalanan sejarah dan kontribusinya bagi masyarakat.
Baca juga : Sultan Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional
Oleh karena itu, KAI Daop 3 Cirebon terus berupaya menjaga keberlangsungan fungsi stasiun, baik dari aspek operasional, pelayanan dan kegiatan usaha.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peran Stasiun Cirebon Prujakan sebagai bagian penting dari konektivitas transportasi kereta api. Tidak hanya memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan baik, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada stasiun ini. Harapannya, Stasiun Cirebon Prujakan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia pada masa mendatang,” tutup Muhib.
Melalui perjalanan lebih dari satu abad, Stasiun Cirebon Prujakan membuktikan bahwa stasiun bersejarah tetap dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lebih dari sekadar bangunan yang menyimpan cerita masa lalu, stasiun ini terus menjadi bagian dari denyut mobilitas masyarakat dan penghubung antar daerah melalui layanan transportasi kereta api. (MGN)