Di Untirta, Iwakum Gelar Kelas Menulis hingga Bangun Kesadaran Kritis Mahasiswa

Iwakum gelar kelas menulis di Untirta, Kota Serang, Banten, Minggu (24/5/2026). (Foto: Depkom Iwakum)
Senin, 25 Mei 2026, 08:50 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) menggelar pelatihan jurnalistik bertajuk 'Menulis untuk Melawan: Peran Jurnalistik dalam Pergerakan Mahasiswa' di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Kampus C Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kota Serang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Iwakum ini, menghadirkan dua praktisi media yang juga pengurus Iwakum sebagai narasumber yakni jurnalis Tirto.id Irfan Amin dan Produser SCTV Isa Anshori. Sejumlah elemen mahasiswa mengikuti pelatihan ini, mulai dari Untirta Movement Community (UMC), BEM Untirta, UKM Jurnalistik Bidik Utama Untirta, FKIP Untirta, Fakultas Hukum Untirta, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Untirta, dan Permahi Untirta.

Baca juga : Iwakum Desak Negara Pastikan Keselamatan 4 Jurnalis RI yang Ditahan Zionis Israel

Sekretaris Jenderal Iwakum Ponco Sulaksono mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis menulis berita. Melainkan juga membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, jurnalistik memiliki peran penting sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus sarana memperjuangkan kepentingan publik, terutama bagi kelompok masyarakat yang kerap tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasinya.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap wawasan mahasiswa semakin terbuka, literasi semakin meningkat, dan lahir keberanian untuk menyuarakan berbagai persoalan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas," ujarnya melalui keterangan resminya.

Baca juga : PDIP Kota Depok Gelar Konsolidasi, Ono Surono: Penurunan Kursi DPRD Jadi Bahan Evaluasi

Ponco menuturkan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani suara masyarakat dengan pengambil kebijakan. Karena itu, keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting untuk mengangkat isu-isu yang sering luput dari perhatian publik.

"Jurnalisme harus menjadi alat untuk menghadirkan the voice of the voiceless, menjadi ruang bagi mereka yang selama ini tidak memiliki akses atau kesempatan untuk didengar. Mahasiswa dapat mengambil peran tersebut melalui tulisan, laporan, maupun karya-karya jurnalistik lainnya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat," beber Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini.

Ponco bilang, selain membahas teknik peliputan, penulisan berita, dan etika jurnalistik, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai tantangan dunia media di era digital. Para peserta juga didorong untuk mampu menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, serta bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi.

Baca juga : Iwakum: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Pembungkaman Kesadaran Kritis!

"Melalui kegiatan ini, Iwakum berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta keberanian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan melalui karya jurnalistik," pungkasnya. (Mal)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal