LampuHijau.co.id - Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara rutin memberi edukasi ke masyarakat tentang pencegahan penanggulangan penyakit Tuberkulosis atau TBC. “Kami rutin menggelar sosialisasi yang melibatkan masyarakat dan kader dalam mencegah penyebaran penyakit TBC,” kata Lurah Rawa Badak Selatan, Sutarto di kantornya, Kamis (9/7).
Berdasarkan data yang ada di puskesmas kata Sutarto, ada 29 orang warga Kelurahan Rawa Badak Selatan yang melakukan pengobatan TBC. “Warga Kelurahan Rawa Badak Selatan ini ada sekitar 37 ribu yang tinggal di 11 RW dan 119 RT, sehingga butuh penyebarluasan informasi yang masif soal penyakit ini,” ujar dia.
Baca juga : Cegah Bencana, Polsek Sagalaherang Polres Subang Bersama Masyarakat Tanam Pohon
Menurut Sutarto, kondisi ini mengharuskan langkah sosialisasi serta edukasi soal penyakit TBC dapat dilakukan hingga ke masyarakat. Pihaknya juga berupaya menjaring jika ada warga yang terdampak penyakit ini sehingga dapat dilakukan penindakan dengan pengobatan hingga sembuh. Ia mengakui satu kendala yang ada, yakni masih ada stigma negatif dari masyarakat soal penyakit TBC.
Menurutnya, hal ini yang coba dicegah dan masyarakat diedukasi bahwa penyakit ini bukan penyakit keturunan atau penyakit kutukan tapi penyakit yang dapat diobati. “Jika ada warga yang mengetahui kondisi penyakit ini segera melapor dan akan diberikan penanganan yang terbaik,” kata dia.
Pihaknya juga melibatkan tokoh masyarakat dan kader untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat terkait kondisi penyakit tersebut. Dalam menjaring warga yang terkena TBC tidak dapat dilakukan seorang diri, tapi harus melibatkan banyak pihak agar wilayah ini terbebas dari penyakit TBC.
“Ini juga upaya dalam menekan angka penyakit TBC dan orang yang meninggal karena TBC,” ungkap Sutarto. (Rip)