Tembok Masjid di Kelapa Gading Alami Keretakan Dampak Revitalisasi Kali Pegangsaan Dua: Sering Dilewati Kendaraan dan Alat Berat

Jumat, 7 Agustus 2026, 11:07 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejumlah warga mengeluhkan adanya keretakan tembok di masjid Jami Al-Husna yang berada di Kampung Rawa Indah, RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat adanya aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading, yang sudah berjalan sejak November 2025.

Selain keretakan tembok bangunan, dampak proyek pembangunan turap kali juga mengakibatkan adanya keretakan akses jalan di depan masjid. "Diantaranya jalanan ini retak-retak. Ngebul, debu ini banyak. Masjid ini kontur tanahnya jadi miring karena ini dilewati oleh alat berat. (tembok) Masjid ini juga retak di sebelah kanan," kata Ketua DKM Masjid Jami Al-Husna, Muhammad Ridho kepada wartawan di lokasi, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rusaknya tembok dan akses jalan di depan masjid tersebut diakibatkan karena dampak pengerjaan proyek normalisasi kali, salah satunya akibat kendaraan dan alat berat yang melintas.

Baca juga : Tipu Wanita di Kelapa Gading Hingga Alami Kerugian Puluhan Juta, Komplotan Spesialis Tukar Kartu ATM Diringkus

"Mereka bawa tanah, truk untuk mengeruk (sendimen lumpur). Jadi bukan masjid aja, semua jalanan ambles. Mobil yang bawa tanah hampir setiap hari (melintas) kalo ada pengerukan (kali)," ujarnya.

Warga berharap agar pengerjaan revitalisasi kali tersebut cepat selesai. Pasalnya, dampak negatif yang dirasakan warga sangat banyak. "Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini. Masyarakat intinya ingin cepat-cepat (revitalisasi kali selesai), seperti sedia kala, artinya diperbaiki seperti sedia kala," ucapnya.

Rido pun tak menampik sisi positif dari adanya pengerjaan revitalisasi kali tersebut. "Sebetulnya ada dampak, jadi ada plusnya banyak tapi negatifnya juga ada. Artinya manfaatnya juga banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka, lihat bangunan satu persatu," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan revitalisasi kali tersebut merupakan proyek Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. "Pengerjaan proyek kali yakni revitalisasi kali. Ini proyek Dinas, Pemprov langsung," ujarnya.

Baca juga : Banjir di Kelapa Gading Plat Mobil Copot, Ditemuin Tukang Tambal Ban, Pas Diminta Balik Eh Malak, Kang Tambal Dilaporin ke Polisi

Hal senada juga dikatakan Ketua RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Roni. Menurutnya, dampak yang dirasakan warga sudah banyak sekali yang dikeluhkan kepadanya. "Dampak banyak banget karena lokasi kita aksesnya susah. Kami ingin kontraktor ini duduk bareng, cari solusi terbaik seperti apa nanti," katanya.

Roni menyebutkan, revitalisasi kali tersebut sudah diusulkan warga sejak tahun 2010 lalu namun baru saat ini terealisasi. Usulan perbaikan kali itu diusung warga karena kawasan itu kerap dilanda banjir setiap musim hujan. "Disini tiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang ini (terlaksana)," ucapnya.

Roni mengatakan, akibat adanya pengerjaan revitalisasi kali tersebut, sementara sudah ada 3 RT yang terdampak. "Di sini akses (jalan) sempit, ada aja (alat berat) yang nyenggol rumah, kena asbes orang. Yang terdampak ada RT 06, 05 dan RT 04," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan turap di Kali Cakung Lama, Kecamatan Kelapa Gading dan Cilincing, Jakarta Utara, dikeluhkan sejumlah warga pada Rabu, 24 Juni 2026. Pasalnya, dampak dari pembangunan turap tersebut mengakibatkan akses jalan warga terisolir. Selain berdampak pada ekonomi warga, terputusnya jalan tersebut juga menyebabkan rusaknya pipa PAM aliran air bersih milik warga.

Baca juga : Polsek Kelapa Gading Bagikan Mawar Putih ke Pelajar: Simbol Pesan Toleransi dan Tolak Kekerasan

Hal tersebut merugikan sejumlah warga yang tinggal di RT 04/03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Proyek pembangunan turap Kali Cakung Drain itu dikerjakan di dua sisi kanan dan kiri. Sisi kanan masuk wilayah RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing.

Sedangkan sisi kiri masuk wilayah RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading. "Pengerjaan turap mulai dari wilayah RT 01-07/RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Cuma persoalannya sudah 5 bulan lebih dan sampai hari ini masih mangkrak begini," kata Farid, Ketua RT 04/03 Kelurahan Pegangsaan Dua kepada wartawan di lokasi, Rabu, 24 Juni 2026. (Rip)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal