LampuHijau.co.id - Seorang Warga Negara Asing (WNA) dilaporkan ke petugas terkait akibat melakukan kegiatan ritual keagamaan yang dinilai sangat membahayakan dirinya yaitu dengan berendam dalam air di pulau yang letaknya berada ditengah-tengah Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (30/8).
Menindak lanjuti itu, empat personil Damkar bersama dengan petugas Imigrasi Tanjung Priok pun diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga negara asing tersebut. Di daratan, pihak kepolisian beserta stakeholder lainnya juga sudah bersiap untuk membantu mengevakuasi.
"Warga negara asing sedang melaksanakan ritual kepercayaannya. Tadi siang sempat diamankan oleh Dinsos, kemudian WNA tersebut melakukan kembali pada sore hari. Hingga malam ini masih melaksanakan proses berendam didanau sunter. Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ke darat usai bernegosiasi dengan WNA itu," terang Kasieops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, Minggu (30/8) malam.
Sementara Kepala Seksi Inteldakim Kantor Imigerasi Tanjung Priok, Yuris Setiawan saat di konfirmasi menyebut kalau WNA tersebut sudah dibawa ke kantornya usai diserahkan oleh pihak Damkar dan kepolisian. "Sudah dibawa ke Kanim oleh anggota kita. Untuk evakuasinya dari pulau di tengah danau ke pinggir danau tadi dilakukan bareng pihak damkar," ujar Yuris Setiawan.
Menurut Yuris, saat ini WNA tersebut sedang dalam proses pengecekan oleh petugas Inteldakim yang ada di kantornya. "Sedang di cek. Dia gak ada paspor dan dokumen pendukung lainnya. Menurut pengakuannya dia warga negara Aljazair dengan inisial B," beber Yuris.
"Jadi saat nama WNA itu dimasukin ke sistem dan fotonya di cocokan, muncul data bahwa WNA tersebut pemegang Kitas dan jabatannya inestor," tambah Yuris.
Terkait tindakan yang dilakukan WNA tersebut di pulau Danau Sunter itu kata Yuris, diduga sengaja dilakukan untuk menarik simpati orang dan petugas. "Bukan ODGJ. Diajak ngobrol nyambung kok. Dia mungkin sudah frustasi sehingga muncul dipikirannya jika melakukan perbuatannya itu yang ritual-ritual itu katanya biar bisa pulang kembali ke negaranya," kata Yuris.
"Saat ini petugas kita masih melakukan pemeriksaan terhadap dia," ungkap Yuris. (Rip)