LampuHijau.co.id - Patroli kepolisian di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat berhasil mengamankan 18 pemuda yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tawuran.
Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (16/10/2026) petang hingga Sabtu (17/10/2026) dini hari tersebut, merupakan bagian dari upaya Polda Metro Jaya bersama jajaran untuk mencegah aksi kekerasan jalanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya bersama Polwan dan jajaran Polres menyasar sejumlah titik yang berpotensi mengalami gangguan keamanan, antara lain Jalan Tanah Mas I, Jakarta Timur, kawasan Pasar Loak dan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, serta Jalan Raden Inten, Jakarta Timur.
Dari tiga kegiatan tersebut, petugas mengamankan lima bilah celurit, satu batang besi panjang, sejumlah telepon genggam, dan kendaraan bermotor untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Di Jalan Tanah Mas I, Jakarta Timur, Sabtu sekitar pukul 03.45 WIB, petugas mengamankan 11 pemuda setelah mendapati rombongan yang berkonvoi menggunakan sepeda motor.
Baca juga : Antisipasi Bullying dan Tawuran, Kapolsek Sagalaherang Olahraga Bersama Pelajar
Berdasarkan pemeriksaan awal, kelompok tersebut diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Kelapa Gading. Petugas turut mengamankan satu bilah celurit, satu batang besi panjang, tujuh telepon genggam, dan empat sepeda motor.
Sementara itu, patroli Polres Metro Jakarta Pusat sekitar pukul 03.17 WIB mengamankan empat pemuda di sekitar Jalan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat, Kemayoran.
Sebelumnya, petugas mendapati kelompok pengendara sepeda motor yang diduga membawa senjata tajam dan berusaha melarikan diri ketika melihat kehadiran polisi.
Dari penanganan tersebut, ditemukan dua bilah celurit, satu telepon genggam, dan satu sepeda motor. Di lokasi lainnya, yakni Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, Jumat petang, personel Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan rencana tawuran.
Meski kelompok yang dilaporkan telah membubarkan diri, petugas tetap menyisir kawasan tersebut dan mengamankan tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Baca juga : Polda Metro Jaya Cek Beras di Tangerang Kota, Hasilnya Stok Aman dan Harga Stabil
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan, agar potensi aksi kekerasan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan tenang, tanpa terganggu aksi tawuran atau kekerasan jalanan. Karena itu, patroli terus kami lakukan, termasuk menindaklanjuti informasi dari warga. Terhadap para pemuda yang diamankan, penanganannya dilakukan secara proporsional melalui pemeriksaan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Sebanyak 11 pemuda yang diamankan di Jalan Tanah Mas I dibawa ke Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk pembinaan, termasuk pembinaan rohani dan mental, serta pendalaman lebih lanjut.
Sementara empat pemuda dari wilayah Kemayoran diserahkan kepada Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan tiga pemuda dari Jalan Raden Inten dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan.
Keterlibatan masing-masing pemuda masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang yang ditemukan.
Baca juga : Antisipasi Kriminalitas, Polres Majalengka Musnahkan 2.079 Botol Miras
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa patroli tersebut merupakan wujud nyata semangat "Polisi Bersama Masyarakat", dengan mengedepankan kehadiran anggota di tengah warga untuk mencegah gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban.
"Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar-benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga. Ketika masyarakat bisa beristirahat dengan tenang, anak-anak terlindungi dari pengaruh kekerasan, dan lingkungan terjaga dari potensi tawuran, di situlah pelayanan kepolisian dirasakan manfaatnya. Kami juga mengapresiasi warga yang peduli dan memberikan informasi kepada petugas," ungkapnya.
Polda Metro Jaya mengajak orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
Masyarakat yang mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dapat segera menghubungi kepolisian melalui layanan 110.
Kepedulian bersama dan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga.(FrK)