Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Disambut sebagai Citizen of London di Guildhall

Sabtu, 17 Oktober 2026, 19:28 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dinominasikan langsung oleh Lord Mayor of London, Anies menerima penghargaan sipil berusia hampir 800 tahun yang pernah diberikan kepada Winston Churchill, Nelson Mandela, hingga JK Rowling dan Stephen Hawking. “Freedom ini pintu, bukan piala.”

Di Guildhall, balai kota bersejarah yang telah menjadi pusat pemerintahan City of London selama enam abad, Anies Baswedan pada Jumat siang waktu London (18.00 WIB) menerima Freedom of the City of London. Di penghujung upacara, sesuai tradisi yang berlangsung sejak abad ke-13, Gubernur DKI Jakarta 2017–2022 itu disambut sebagai “Citizen of London”.

Anies dinominasikan oleh Alderman Alastair King ketika masih menjabat Lord Mayor of London, bersama Alderman Gregory Jones KC. Nominasi itu disetujui Court of Common Council, badan tertinggi City of London Corporation, pada Juni 2025.

Dalam daftar persetujuan yang sama tercantum aktris peraih Oscar Cate Blanchett dan kapten tim rugbi Inggris Maro Itoje. Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia yang masih hidup. Tercatat sejak 1237, Freedom awalnya menandai status warga merdeka yang berhak berdagang di kota London.

Kini City of London memberikannya kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya tercantum Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, Sir Tim Berners-Lee, J.K. Rowling, Harry Kane, Ed Sheeran, dan, pekan lalu, Andrew Lloyd Webber.

Baca juga : Patroli Antisipasi Tawuran, Polisi Amankan 18 Pemuda dan Sajam

Reuni dengan Lord Mayor yang pernah ke Balai Kota Jakarta

Upacara dipimpin Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor of London periode 2021–2022, yang bertindak sebagai Representative Lord Mayor. Keduanya bukan orang asing. Pada Mei 2022 Keaveny menerima Anies di Mansion House, kediaman resmi Lord Mayor, dan sebulan kemudian giliran Anies menjamunya di Balai Kota Jakarta.

Dalam sambutannya Anies berseloroh bahwa dengan upacara hari ini London unggul satu kunjungan, dan ia berniat membalasnya. Alderman Gregory Jones, sang penominasi, juga baru kembali dari Jakarta sebagai bagian dari delegasi Lord Mayor pada Oktober 2025. Anies hadir didampingi istrinya, Fery Farhati.

“Republik adalah janji”

Dalam pidato singkat berbahasa Inggris seusai upacara, Anies memaknai penghargaan ini dengan gagasan yang selama ini ia bawa di Indonesia. “Di negara saya, sepanjang hidup saya berpendapat bahwa republik bukanlah sebuah harapan. Republik adalah sebuah janji. Para pendiri bangsa kami tidak menulis ‘kami berharap’.

Baca juga : Wartawan dan Relawan Perkuat Kepedulian Sosial

Mereka menulis ‘kami akan’: melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, menghadirkan kesejahteraan bagi semua. Janji adalah utang,” ujarnya.

Anies menyandingkan London dan Jakarta sebagai dua kota majemuk yang menghadapi pekerjaan rumah yang sama. “Lebih dari tiga ratus bahasa dituturkan di London.

Tujuh ratus bahasa dituturkan di Indonesia, dan sebagian besar bertemu di Jakarta. Kita sama-sama tahu bahwa kebinekaan adalah karunia Tuhan, dan persatuan adalah hasil kerja tangan manusia.”

Ia menegaskan bahwa Freedom ini akan ia gunakan untuk membuka jalan bagi lebih banyak orang Indonesia. “Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar. Melalui pintu ini saya berharap dapat mengajak para wali kota, insinyur, guru, dan anak-anak muda Indonesia ke sini, dan mengundang London ke Jakarta.

Persahabatan Inggris dan Indonesia sudah tua. Persahabatan antarkota kita masih muda, dan justru itulah yang paling besar ruang tumbuhnya.” Anies menutup pidatonya dengan satu kata bahasa Indonesia di jantung London.

Baca juga : Destinasi Wisata Religi, Pramono Resmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta

“Dalam bahasa saya, kata untuk freedom adalah merdeka. Itu kata yang diteriakkan bangsa Indonesia pada 1945, dan masih kata yang kami teriakkan saat kami paling bahagia. Hari ini City of London memberikan kepada seorang Indonesia satu kata yang paling dicintai bangsanya. Saya akan berusaha pantas menerimanya. Merdeka.”

Rekam jejak yang dikenal London

Bagi London, nama Anies bukan nama baru. Semasa memimpin Jakarta ia menjadi Vice Chair C40 Cities, jaringan kota-kota besar dunia untuk aksi iklim, mendampingi Wali Kota London Sadiq Khan yang menjadi Chair; Anies adalah orang Indonesia pertama yang duduk di pucuk pimpinan C40.

Pembenahan transportasi publik Jakarta, yang sebagian belajar dari London, mengantarkan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang meraih Sustainable Transport Award pada 2021. Sejak 2023 Anies duduk sebagai anggota dewan Asia Research Centre di University of Oxford, dan dalam dua tahun terakhir ia kerap diundang berbicara di Oxford, Cambridge, dan di hadapan diaspora Indonesia di London.

Sebelumnya ia pernah masuk daftar 100 Intelektual Publik Dunia versi majalah Foreign Policy (2008) dan terpilih sebagai Young Global Leader Forum Ekonomi Dunia (2009). (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal