ICPW Soroti Polda Metro Jaya Bikin Deklarasi Sumpah Pemuda Tapi Pesertanya mahasiswa KW dan Pemain Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026, 08:53 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) meminta Kapolri Jenderal Suyudi agar menegur Kapolda Metro Jaya atas adanya penyelenggaraan deklarasi sumpah pemuda yang mencatut nama beberapa kampus sebagai pesertanya.

"Banyak pihak kampus komplain usai disebut mahasiswanya Ikut dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan bundaran HI pada Kamis, 29 Oktober 2026 kemaren. Padahal belakangan baru diketahui kalau itu merupakan peserta bayaran," terang Ketua umum Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) Bambang Suranto,  Jumat (30/10).

Baca juga : Polda Metro Jaya Gelar Apel Unjuk Rasa, TNI-Polri Utamakan Pelayanan Humanis

Menurut Bambang, pola dan strategi dalam hal pemikiran semacam itu harusnya tidak perlu dimainkan disaat citra kepolisian di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Suyudi mulai membaik dan dicintai masyarakat. "Kapolda harus diingatkan itu dan siapa yang bertanggung jawab atas acara tersebut yang  punya ide. Bukannya bikin polri terlihat baik di masyarakat malahan menjadi buruk. Ini bukan acara intertaiment atau acara hiburan di studio Masyarakat atau Nitizen sudah cerdas. Jangan mainkan cara lama dan basi hanya untuk menarik simpati masyarakat" tegas Bambang.

Diketahui, Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Baca juga : Brimob Polda Metro Jaya Kawal Penindakan dan Pemulihan Kampung Ambon

Namun, kegiatan tersebut kemudian menuai perhatian setelah beredar video seorang peserta yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira), tetapi kesulitan menjelaskan identitas kampusnya ketika ditanya.

Peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino itu kemudian memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah organisasi mahasiswa Undira. Ia mengakui bukan mahasiswa kampus tersebut dan mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam deklarasi berdasarkan undangan sebuah komunitas serta menerima bayaran.  

Baca juga : Kapolsek Pagaden Gelar Suling Amis, Perkuat Sinergitas Kepolisian dengan Masyarakat

Untuk almamater Undira yang dikenakannya diberikan oleh pihak lain. Ia mengaku tidak mengetahui asal-usul atribut tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kampus karena tidak teliti menerima pekerjaan itu.  

Selain Undira, atribut almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) juga menjadi sorotan setelah seorang perempuan bernama Sari terlihat mengenakannya dalam kegiatan tersebut. (Rip)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal