LampuHijau.co.id - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026 resmi ditutup. Tim tinju DKI Jakarta sukses membawa pulang dua medali emas di kelas bergengsi Piala Menko Infrastruktur. Hasil ini menjadi modal awal bagi petinju DKI terus bergerak mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) menuju PON 2028 di NTB-NTT.
Dua medali emas kelas bergengsi tersebut diraih Sandyarto Faroza di kelas 86 kilogram putra dan Jorgi Aldri Jamco di kelas 63 kilogram. Sandyarto menang melalui Referee Stops Contest (RSC) pada ronde pertama saat menghadapi petinju asal Sulawesi Selatan. Sementara itu, Jorgi berhasil keluar sebagai juara di kelas 63 kg melawan NTT.
Kejuaraan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 tersebut resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pluit Village Mall, Jakarta Utara Minggu (25/10). Kejuaraan yang digelar PP Pertina ini diikuti ratusan atlet dari 35 provinsi di Indonesia yang bertanding dalam tiga kategori, yakni Junior, Youth, dan Elite.
Baca juga : Polda Metro Jaya Kerahkan Tim DVI Tangani Korban Pasar Cimanggis
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta, Benny Erwin mengapresiasi perjuangan petinju DKI yang berhasil meraih medali di Kejuaraan tinju amatir Piala Menko Infrastruktur 2026. "Alhamdulillah, dengan kerja keras latihan dan kekompakan pelatih serta atlet, petinju DKI bisa membawa pulang dua emas di kelas bergengsi atau kelas berat. Ini tidak mudah dan prestasi ini menjadi sinyal kuat kebangkitan tinju DKI di tengah tantangan organisasi dan efisiensi anggaran pembinaan prestasi," kata Benny usai mengalungkan medali emas kepada dua atlet DKI di arena Kejurnas.
Secara keseluruhan, tim tinju DKI mengoleksi sembilan medali dari Kejuraan Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026. Rinciannya, dua emas dan lima perunggu dari kategori Elite, satu perunggu kategori Youth, serta satu perunggu kategori Junior. Pria yang akrab disapa Om BE itu mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian tersebut.
Menurutnya, Kejurnas menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kesiapan fisik, teknik dan mental atlet sebelum menghadapi Pra-PON. "Selamat atas raihan medalinya. Perjuangan dan dedikasi sangat luar biasa. Kejurnas menjadi tolak ukur atau bahan evaluasi sebelum masuk Pra-PON," ujarnya.
Baca juga : IMM Asia Awards 2024, Pakar Anti-Aging dr. Ayu Raih Tiga Penghargaan Bergengsi
Tokoh olahraga sepakbola Jakarta ini juga mendorong petinju DKI terus meningkatkan prestasi melalui latihan disiplin dan mengikuti berbagai even kejuaraan. Sebab, seleksi Pra-Pon sangat ketat sebelum mengikuti PON 2028. "Proses seleksi Pra PON sangat ketat, dan hasil kejurnas ini adalah awal yang baik. Saya yakin dengan kekompakan dan rajin berlatih, tinju DKI bisa lebih menyala dalam meningkatkan prestasi untuk Jakarta," katanya.
Sebagai informasi, dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028 Pada Kamis (15/10/2026), KONI DKI Jakarta menerapkan standar kualifikasi berbasis prestasi bagi seluruh cabang olahraga. Meski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi.
Untuk kualifikasi tingkat nasional, atlet ditargetkan mampu menembus peringkat empat besar. Sementara pada kualifikasi tingkat wilayah atau zonasi, atlet wajib menempati posisi dua besar atau menjadi finalis. Dengan raihan medali di Kejuaran Piala AHY 2026, Benny berharap petinju DKI mampu menjaga prestasi dan meningkatkan performannya demi mengamankan tiket menuju PON 2028. (ULI)