DKI Jakarta Kembali Berjaya, Juara Umum Kejurnas Soft Tennis 2026 Makassar

Senin, 2 Nopember 2026, 04:01 WIB
Olahraga

LampuHijau.co.id - Kontingen DKI Jakarta kembali menunjukkan dominasinya di pentas nasional dengan meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Indonesia 2026 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Sementara itu di posisi kedua, Kalimantan Timur (Kaltim) dengan 1 Emas, 1 Perak dan 5 perunggu dan posisi ke- 3 sukses diraih oleh tuan rumah Sulsel dengan 1 emas dan 3 perunggu. Raihan 1 emas Sulsel di raih oleh ganda putri pasangan atlet Nailah Safina dan Nurul Fatimah.

Keberhasilan tim soft tennis DKI menjadi buah dari pembinaan dan program latihan berkesinambungan yang dijalankan para atlet bersama tim pelatih. Konsistensi menjaga intensitas latihan setelah Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan DKI Jakarta kembali tampil kompetitif dan meraih prestasi di kejuaraan nasional.

Pelatih tim DKI Jakarta, Gularso Muljadi, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan prestasi bukanlah hasil persiapan singkat menjelang pertandingan. Menurutnya, para atlet telah menjalani program latihan secara berkelanjutan tanpa terputus setelah PON.

“Program latihan terus kami jalankan setelah PON. Latihan berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan, bukan hanya beberapa bulan menjelang kejurnas. Karena itu, ketika tampil di Makassar, para atlet sudah memiliki persiapan yang matang untuk bersaing,” ujar Gularso.

Baca juga : Tampil Gacor, Atlet Pelajar Kota Tangerang Juara Umum POPDA XII Banten 2026

Ia menjelaskan, kekuatan DKI Jakarta terlihat dari keberhasilan para atlet menembus partai-partai penting di sejumlah nomor. Pada nomor ganda putra, pasangan Bagus Angga Budi Pradila dan Ahmad Baijuri berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan pasangan Fajar dan Fadil dalam final sesama atlet DKI Jakarta. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kedalaman kekuatan kontingen Ibu Kota.

Dominasi DKI Jakarta juga terlihat pada nomor tunggal putri yang menghadirkan final sesama atlet DKI, yakni Aras dan Irma. Dalam pertandingan tersebut, Irma berhasil menjadi juara setelah Aras dilaporkan mengalami demam dan tidak berada dalam kondisi terbaik.

Sementara itu, pada nomor tunggal putra, Muhammad Fajar menambah prestasi DKI Jakarta setelah mengalahkan Fadhil dari Kalimantan Timur dengan skor 4-2.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Soft Tennis DKI Jakarta, Herman Sukmadipura menyambut positif pencapaian para atlet sekaligus penyelenggaraan kejurnas di Makassar. Ia menilai pelaksanaan kejuaraan berlangsung dengan baik, mulai dari fasilitas penginapan, konsumsi, hingga lapangan pertandingan yang mendukung kelancaran kompetisi.

“Penyelenggaraan kejurnas di Makassar sangat baik. Tempat tinggal atlet yang semula direncanakan di lokasi lain ternyata dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Makanan dan lapangan juga baik. Secara keseluruhan, kami mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini,” kata Herman.

Baca juga : Kepedulian Pemprov DKI, Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis

Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, Herman menegaskan bahwa DKI Jakarta tetap berkomitmen memperkuat pembinaan atlet muda. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting agar prestasi soft tennis DKI Jakarta dapat terus terjaga dalam jangka panjang. Sejumlah atlet muda, termasuk pemain yang masih berusia 16 tahun serta Hanifa yang berada pada rentang usia 19–20 tahun, terus mendapatkan perhatian dalam program pembinaan.

“Kami berharap soft tennis DKI Jakarta semakin maju. Pembinaan terus berjalan, terutama bagi atlet-atlet muda yang masih memiliki perjalanan panjang. Mereka harus dipersiapkan agar bisa menjadi penerus dan menjaga prestasi DKI Jakarta pada kejuaraan berikutnya,” ujarnya.

Kebanggaan serupa disampaikan Bagus Angga Budi Pradila, salah satu atlet yang ikut mengantarkan DKI Jakarta meraih gelar juara umum melalui nomor ganda putra. Ia menyebut persiapan melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda) menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di Makassar.

“Alhamdulillah, kami bersyukur DKI Jakarta bisa kembali menjadi juara umum. Persiapan melalui latihan Pelatda yang terus berjalan sangat membantu kami menghadapi pertandingan. Semoga prestasi ini bisa berlanjut dan menjadi modal untuk mempertahankan gelar pada ajang berikutnya, termasuk Pra-PON nanti,” kata Bagus.

Bagus juga mengapresiasi jalannya Kejurnas Soft Tennis 2026 yang dinilainya berlangsung lancar selama tiga hari. Ia berharap kejuaraan nasional dapat diselenggarakan secara rutin di berbagai daerah di Indonesia sehingga semakin banyak atlet memperoleh kesempatan bertanding dan mengembangkan kemampuan.

Baca juga : Kolaborasi Bank Jakarta-Pelita Jaya, Satukan Warga lewat Olahraga

“Semoga kejurnas seperti ini terus ada agar atlet-atlet baru bisa tampil dan menunjukkan potensinya. Soft tennis membutuhkan regenerasi supaya ke depan semakin banyak pemain muda yang mampu bersaing dan meneruskan prestasi para seniornya,” ujar Bagus.

Keberhasilan DKI Jakarta menjadi juara umum di Makassar pun menjadi penegas pentingnya kesinambungan latihan, pembinaan usia muda, dan pengalaman bertanding. Dengan fondasi tersebut, DKI Jakarta diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di tingkat nasional maupun pada agenda olahraga berikutnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal