Di Hadapan Calon Pemimpin Muda, GKR Hemas Peringatkan Ancaman Krisis Identitas Bangsa

Wakil Ketua DPD RI -GKR Hemas saat memberikan sambutan kepada ratusan peserta National Leadership Camp 2026 di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (20/6/2026).
Sabtu, 20 Juni 2026, 09:48 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Hal itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada ratusan peserta National Leadership Camp 2026 di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (20/6).

Menurut Hemas, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau teknologi, tetapi juga krisis identitas yang perlahan menggerus nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga : Komisi V DPR RI dan KAI Daop 3 Cirebon Komitmen Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

"Generasi muda semakin akrab dengan budaya global, tetapi berisiko semakin jauh dari akar budayanya sendiri. Ketika ukuran keberhasilan hanya ditentukan oleh popularitas, kekayaan, dan pengakuan sosial, sementara nilai kemanusiaan serta kebangsaan tersisih, di situlah krisis identitas mulai terjadi," ujarnya.

Hemas menegaskan, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tidak akan mampu menggantikan karakter dan integritas manusia. Karena itu, Indonesia membutuhkan generasi pemimpin yang mampu menggabungkan kecerdasan dengan moralitas, kemampuan dengan kepedulian, serta keberanian dengan kebijaksanaan.

Ia juga menyinggung maraknya penyalahgunaan wewenang yang melibatkan tokoh berpendidikan dan pejabat publik. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan cerminan krisis nilai dan lemahnya karakter kepemimpinan.

Baca juga : Rupiah Tembus Rp17 Ribu per Dolar, DPR Ingatkan Ancaman Kolaps Industri Nasional

"Kita tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang menjadikan jabatan sebagai amanah untuk melayani, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hemas mengajak generasi muda menjaga nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, dan semangat persatuan sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

Ia juga mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Baca juga : DPR Turun Tangan, Pembongkaran Rumah 7 Pensiunan Guru Diminta Dihentikan

Menutup pidatonya, Hemas mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya dengan bonus demografi, kemajuan ekonomi, atau kecanggihan teknologi.

"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi jembatan di tengah perbedaan, bukan tembok yang memisahkan. Pemimpin yang menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, serta memahami bahwa kekuasaan adalah tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal