LampuHijau.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan empat pedoman utama yang menjadi pijakan pemerintahannya dalam menjalankan roda pemerintahan selama 21 bulan terakhir. Empat prinsip itu mencakup kepatuhan terhadap konstitusi, perlindungan kepentingan nasional, percepatan penyelesaian persoalan rakyat, hingga keberpihakan kepada generasi mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat mengawali pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan, dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama,” kata Prabowo di hadapan para wakil rakyat.
Pertama, Prabowo menegaskan pemerintahannya berpegang pada konstitusi dengan menjaga dan melaksanakan seluruh perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Baca juga : Buruh Informal Jangan Dianaktirikan, KSBSI Desak Pemerintah Danai PBI Jamsostek
Kedua, pemerintah berkomitmen menjaga kepentingan inti dan vital nasional. Salah satu fokusnya adalah memastikan kekayaan bangsa dikelola sebaik-baiknya agar manfaatnya kembali sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ketiga, Prabowo menekankan kecepatan pemerintah dalam merespons persoalan masyarakat. “Pemerintah bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegasnya.
Sementara pedoman keempat adalah memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada kepentingan rakyat, termasuk masa depan anak dan cucu bangsa Indonesia.
Baca juga : Pria di Tanjung Priok Tusuk Mantan Istri di Acara Resepsi Pernikahan Anak Kandungnya
“Dalam bekerja, kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, dan kepentingan anak-anak mereka, dan cucu-cucu mereka,” kata Prabowo.
Namun, Prabowo juga mengakui perjalanan pemerintahannya selama 21 bulan belum sepenuhnya memenuhi seluruh janji kepada rakyat. Berbagai persoalan bangsa pun, menurutnya, masih belum seluruhnya dapat diselesaikan.
Meski demikian, Kepala Negara menegaskan sejumlah persoalan rumit mulai menunjukkan kemajuan dan telah ditangani pemerintah dalam waktu kurang dari dua tahun.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 dihadiri 629 anggota MPR RI dari total 732 anggota yang terdiri atas anggota DPR RI dan DPD RI.
Baca juga : Tabrakan KA di Bekasi Jadi Alarm Keras, DPR: Jangan Tunggu Korban Berikutnya
Rangkaian sidang tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda diawali pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dilanjutkan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, kemudian pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. (Asp)