Alex Indra Lukman Desak Karhutla Kalimantan Ditangani secara Extraordinary

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. Foto (dok.F-PDIP)
Kamis, 20 Agustus 2026, 19:59 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan kian mengkhawatirkan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah mengambil langkah extraordinary dan menjadikan penanganan Karhutla sebagai prioritas nasional.

Desakan itu muncul setelah dampak Karhutla meluas ke sektor kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Kondisi diperparah cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus-September 2026.

Alex menyoroti kualitas udara di Palangka Raya yang pada 19 Agustus 2026 mencapai AQI 487 atau kategori berbahaya. Kabut asap juga memaksa pemerintah daerah menunda jam masuk SD dan SMP hingga pukul 08.00 WIB, sementara pembelajaran PAUD dialihkan secara daring.

Baca juga : Komisi V Desak Satu Komando Penanganan Bencana

Berdasarkan data BNPB per 19 Agustus 2026, terdapat 1.487 titik panas di seluruh Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi.

“Penyebaran titik Karhutla terjadi hampir di setiap provinsi. Kalimantan Tengah menjadi episentrum kebakaran. Penanganannya mesti segera menjadi prioritas nasional,” tegas Alex dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Alex mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi tragedi Karhutla 1997-1998 saat El Nino memicu kebakaran besar yang membakar jutaan hektare lahan di Kalimantan.

Baca juga : Iwakum Desak Negara Pastikan Keselamatan 4 Jurnalis RI yang Ditahan Zionis Israel

Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi alarm keras bagi pemerintah. Terlebih, data MapBiomas Fire menunjukkan sebagian besar kebakaran besar pada periode 2014, 2015 dan 2019 terjadi pada September-November, dengan puncak kebakaran pada Oktober.

“Catatan sejarah ini merupakan warning bagi pemerintah. Metode penanganan yang selama ini digunakan perlu dievaluasi total agar dampaknya tidak kembali berulang,” ujarnya.

Alex juga menyoroti kondisi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Hingga kini, Karhutla telah menghanguskan 859,49 hektare lahan dalam 189 kejadian, dengan 461 titik panas. Kecamatan Arut Selatan dan Kumai menjadi wilayah terdampak paling parah.

Baca juga : Alex Indra Lukman Soroti Antrean Solar: Jangan Sampai Petani Jadi Korban

Ia meminta pemerintah memperkuat deteksi dini, patroli di kawasan rawan, serta meningkatkan akurasi sistem peringatan berbasis satelit. Selain itu, program Desa Peduli Api dan pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar harus diperluas agar masyarakat menjadi bagian utama dalam pencegahan Karhutla.

“Mitigasi Karhutla membutuhkan pendekatan jangka panjang. Fokusnya bukan hanya memadamkan api, tetapi mencegah kebakaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperbaiki tata kelola lahan secara berkelanjutan,” tandas Alex. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal