Beda Politik dengan Fadly Amran, Alex: Kita Tetap Harus Berbagi Panggung

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman. FOTO (dok. F-PDIP)
Senin, 31 Agustus 2026, 12:06 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman menegaskan perbedaan pilihan politik tidak boleh memutus hubungan emosional dan silaturahmi antartokoh maupun masyarakat.

Menurut Alex, perbedaan prinsip, ide, dan gagasan merupakan hal biasa dalam kontestasi politik. Namun, setelah kontestasi berakhir, semua pihak harus kembali bersama memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kita boleh berbeda prinsip, ide dan gagasan. Tapi hubungan emosional dan silaturahmi harus tetap terjaga,” tegas Alex saat membuka peringatan Bulan Agustus Bulan Bung Hatta: Membaca Ulang Perjalanan Kebangsaan Minangkabau di Kantor DPC PDIP Padang, Minggu (30/8/2026).

Pesan itu langsung dipraktikkan Alex. Ia sengaja mempersingkat sambutannya agar Wali Kota Padang Fadly Amran tetap mendapat kesempatan berbicara, meski kehadirannya baru dikonfirmasi sekitar 1,5 jam sebelum acara.

Alex mengakui, secara politik dirinya dan Fadly berada di jalur berbeda. Alex merupakan Ketua PDIP Sumbar, sementara Fadly adalah Ketua NasDem Sumbar.

Baca juga : Korupsi Pengadaan Pemancar Siaran, Kejari Depok Tetapkan Dua Tersangka

“Dalam banyak hal, kita berada dalam agenda yang tidak sama. Namun, sewajarnya kita berbagi panggung dan waktu,” ujarnya.

Alex menyebut prinsip tersebut dipelajarinya dari dua tokoh yang menjadi gurunya dalam politik, yakni sang ayah, almarhum Yohanes Lukman, dan politisi senior PDIP Taufik Kiemas.

Dari sang ayah, ia mengingat pesan agar politik dijalankan dengan memperjuangkan hak minoritas sembari menghargai mayoritas. Sementara dari Taufik Kiemas, ia belajar bahwa kemenangan politik tak harus diraih dengan mengalahkan lawan secara mutlak.

“Buat apa menang 5-0 kalau dengan 2-1 pun sudah menang,” kata Alex mengutip pesan Taufik Kiemas.

Halida Hatta: Merdeka Harus Bisa Berpikir

Baca juga : Polsek Pademangan Gelar Razia Dini Hari, Dua Orang Bawa Sabu Ditangkap

Putri bungsu Bung Hatta, Halida Hatta, dalam pidato politiknya mengingatkan bahwa 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus dimaknai lebih jauh sebagai kemerdekaan dalam berpikir dan kemandirian menentukan masa depan bangsa.

Ia menilai derasnya arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat kemampuan berpikir kritis semakin penting.

“Masyarakat jangan sampai hanya percaya informasi yang pendek, sepotong dan kurang bertanggung jawab,” tegas Halida.

Ia mendorong masyarakat memperbanyak bacaan dan referensi serta melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.  Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar merupakan warisan penting Bung Hatta dan Bung Karno.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi PDIP Sumbar yang dinilainya konsisten menghidupkan kembali gagasan dan keteladanan Bung Hatta.

Baca juga : Geopolitik Bergejolak, DPR: Haji 2026 Tetap Aman dan Terkendali

Fadly juga mengungkap dukungan PDIP terhadap dirinya dalam Pilkada Padang Panjang 2018 dan Pilkada Padang 2025. Dalam dua kontestasi tersebut, Fadly berhasil keluar sebagai pemenang.

“Who knows next, di masa depan nanti,” ujar Fadly.

Peringatan Bulan Bung Hatta tersebut dirangkai dengan pagelaran naratif-musikal garapan budayawan Sumbar Edy Utama bersama kelompok musik kontemporer Talago Bunyi, yang mengisahkan perjalanan perjuangan, pemikiran hingga kehidupan Bung Hatta. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal