LampuHijau.co.id - Dari puing kebakaran kembali menjadi bangunan heritage. Mess MPR RI di Jalan Diponegoro, Bandung, kini berdiri dengan wajah klasiknya setelah selesai dipugar pascakebakaran dan kerusuhan.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan kembali bangunan cagar budaya tersebut, Minggu (27/9/2026). Pemugaran dilakukan dengan mempertahankan karakter dan bentuk asli bangunan, sehingga pesona arsitektur lamanya kembali terlihat.
“Wisma ini sekarang begitu kembali kepada aslinya seperti tahun 1930, memang indah sekali,” ujar Muzani saat meninjau hasil pemugaran.
Bagi Muzani, pemugaran Mess MPR bukan sekadar mengembalikan fungsi sebuah fasilitas negara. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga jejak sejarah dan warisan arsitektur Kota Bandung.
Muzani mengingat kembali masa awal setelah bangunan tersebut terbakar. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kata dia, menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat menawarkan bantuan pemulihan.
Baca juga : Muzani Tegaskan MPR dan MK Tak Saling Campuri Kewenangan
“Pak Gubernur bertindak cepat untuk segera memulihkan mess ini. Bahkan waktu itu mengatakan kepada kami, kalau MPR tidak punya anggaran, biar Pemprov yang akan melakukan renovasi,” kenangnya.
Rencana tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Proses pemulihan dilakukan pemerintah melalui Balai Cipta Karya Provinsi Jawa Barat dengan tetap mengikuti ketentuan pemugaran bangunan cagar budaya.
“Karena ini adalah cagar budaya, renovasinya tidak bisa dilakukan sembarang. Ada material tertentu yang harus disesuaikan dengan kebutuhan material cagar budaya,” jelas Muzani.
Ia mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan, Pemprov Jawa Barat, serta jajaran MPR RI yang terlibat dalam proses pemugaran.
Menurut Muzani, kembalinya Mess MPR juga memperkuat wajah Bandung sebagai kota yang memiliki banyak bangunan bersejarah.
Baca juga : Bupati Subang Resmikan Peningkatan Kualitas Jalan Tambakmekar-Kasomalang
“Inilah Kota Bandung yang banyak dipenuhi banyak bangunan heritage. Kalau ke Bandung itu semuanya indah, bangunannya indah, udaranya indah,” katanya.
Bukan Sekadar Mess, Jadi Rumah Aspirasi
Pemugaran tidak berhenti pada mengembalikan bentuk fisik bangunan. Ke depan, Mess MPR Bandung akan diarahkan untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan dan menjadi ruang penyerapan aspirasi masyarakat.
Kemudahan akses Jakarta-Bandung dinilai membuat bangunan tersebut memiliki posisi strategis bagi kegiatan MPR sekaligus memperkuat interaksi lembaga dengan masyarakat.
“Nantinya gedung ini bisa dimanfaatkan bagi proses kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi MPR terhadap masyarakat dan kegiatan-kegiatan MPR sendiri,” tegas Muzani.
Dengan wajah heritage yang kembali, Mess MPR Bandung kini membawa fungsi baru: bukan hanya menjaga masa lalu, tetapi menjadi ruang bagi kegiatan kemasyarakatan dan komunikasi MPR dengan rakyat.
“Mudah-mudahan gedung ini bisa memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi perkembangan ketatanegaraan kita,” pungkas Muzani. (Asp)