Pencaker Lokal Keluhkan Rekrutmen Migas, Filep Desak Transparansi

Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma. Foto (dok. DPD RI)
Jumat, 16 Oktober 2026, 19:54 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, menyoroti keluhan pencari kerja (pencaker) lokal di Kabupaten Teluk Bintuni yang kesulitan memperoleh pekerjaan di industri migas, khususnya Tangguh LNG dan Genting Oil Kasuri.

Aspirasi tersebut disampaikan perwakilan pencari kerja Orang Asli Papua (OAP), terutama masyarakat asli tujuh suku dan generasi muda yang lahir serta besar di Teluk Bintuni. Mereka mengeluhkan proses rekrutmen yang dinilai belum transparan, meski sebagian mengaku memiliki ijazah, pengalaman, dan sertifikat kompetensi sesuai persyaratan.

Filep juga menyoroti dugaan pungutan liar (pungli), praktik titipan orang dalam, serta ketidaksesuaian administrasi dalam seleksi tenaga kerja. Ia meminta seluruh laporan diperiksa secara objektif agar fakta dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui.

Baca juga : DPD Dorong RUU Konektivitas, Papua Butuh Transportasi Terintegrasi

“Investasi migas harus membuka kesempatan bagi masyarakat lokal. Kita tidak menuntut standar kompetensi diturunkan, tetapi kesempatan yang adil, persyaratan transparan, dan proses seleksi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Filep dalam keterangan yang diterima Jumat (16/10/2026).

Wakil Ketua Pansus Papua DPD RI itu juga meminta pemerintah daerah dan perusahaan membuka data penyerapan tenaga kerja secara terperinci, mulai dari asal daerah pekerja, jabatan, hingga jumlah warga lokal yang mengikuti pelatihan dan berhasil memperoleh pekerjaan.

Dalam profil perusahaan yang diterbitkan Januari 2025, BP menyebut sekitar 70 persen pekerja Tangguh LNG merupakan orang Papua, dengan target meningkat menjadi 85 persen pada 2029. Namun, menurut Filep, angka tersebut perlu diperinci agar penyerapan tenaga kerja asal Teluk Bintuni dan masyarakat sekitar wilayah operasi dapat dievaluasi.

Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polres Subang Tanam Jagung

Ia mendorong empat langkah, yakni evaluasi rekrutmen, pendataan pencaker lokal, pemeriksaan dugaan pungli dan praktik titipan, serta penguatan pelatihan sesuai kebutuhan industri migas.

“Jika anak-anak lokal belum memenuhi kualifikasi, harus ada penjelasan dan program peningkatan kompetensi yang nyata,” ujarnya.

Filep menegaskan, kekayaan sumber daya alam harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM. Masyarakat lokal, katanya, tidak boleh hanya menyaksikan aktivitas industri di daerahnya, tetapi juga harus memperoleh kesempatan kerja yang adil dan merasakan manfaat investasi. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal